Kamis, 10 Februari 2011

Ringkasan: Conceptual Blockbusting


“Conceptual Blockbusting” menyebutkan ada empat jenis hambatan kreativitas:
  1. hambatan persepsi
  2. hambatan emosional
  3. hambatan lingkungan
  4. hambatan ekspresi
Saran, solusi, mengatasi masing-masing hambatan:

1. hambatan perseptual
  • memperluas persepsi
  • mempertimbangkan sumber lain
  • mencari alternatif solusi
  • menerima (sementara) ketidakwajaran
2. hambatan emosional
  • menilai resiko secara objektif
  • mengendalikan atau mengurangi resiko
  • mengurangi (dampak) resiko
  • menambah keberanian
3. hambatan lingkungan (kultur, sosial)
  • mengemas dalam sudut pandang lain (norma, nilai, budaya) yang bisa diterima lingkungan
  • menciptakan kultur yang mendukung kreativitas
  • (berpindah) mencari lingkungan yang lebih mendukung
4. hambatan ekspresi (komunikasi)
  • belajar bahasa lain
  • secara sadar menggunakan istilah yang berbeda
  • meniru gaya bahasa orang lain (pakar)
  • perhatikan intonasi, gerak tubuh, ekspresi

Selasa, 25 Januari 2011

Foto di BiNus

Gatut di Binus
Foto lama di BINUS. Baik untuk dikenang. Kala itu ...

Kamis, 16 Desember 2010

taglineku yang dulu


Tagline halaman webku ... beberapa tahun lalu. Ditulis ulang di sini agar semoga lebih abadi alias daripada "hilang".

Send comments and suggestion to owner. This page has been made as is. No waranty or support even with MIME. UNIX is a registered trademark of The Open Group. HoNoCoRoKo is the real JavaScript. Windows are something I look through. GNU's Linux, FreeBSD, XFree, Squid, Apache, mySQL, and PHP give me not just FUN, the most is that they are Free!! Edited with Love and Happyness. Best viewed with clean eyes. Make friend with LyNX!!



Kala itu, aku masih maniak dengan FreeBSD, GNU, dan semua pengikut aliran opensource. Sekarang, barangkali aku sudah tidak terlalu banyak waktu ngoprek sehingga sudah sulit melafalkan nama-nama "suci" itu. Soal fanatisme, dari dulu juga tidak fanatik. Suwer!!!

Jumat, 10 Desember 2010

Bos, Petinggi, dan Pengurus


Diinspirasi dari celotehan (seseorang yang mengaku bernama) "Husni".

Dalam suatu organisasi, sebut saja YaGurem (yayasan gurem) ada pembesar, petinggi, dan pengurus. Bagaimana membedakan peran masing-masing dari bentuk badan?
Ini dia jawabannya:
  • Pembesar YaGurem: orangnya besar-besar
  • Petinggi YaGurem, badannya tinggi
  • Pengurus YaGurem: orangnya kurus.
Mungkin mesti diteliti lebih lanjut: apakah posisi mengubah bentuk badan atau sebaliknya?
Ugh ... benarkah perlu diteliti?